Terms in Diversity Perspective (81 – 100)


– Bilingual (Bilingual)
Bisa berbicara dalam dua bahasa.

– Bris (Bris)
Upacara khitan bayi laki-laki Yahudi yang baru lahir sebagai tanda diterima dalam komunitas Yahudi.

– Butch (Butch)
Lesbian yang mengenakan pakaian laki-laki dan bertingkahlaku seperti laki-laki.

– Klan (Clan)
Berhubungan dengan ras Amerika Campuran, keluarga luas – termasuk orang tua, anak-anak, kakek nenek, paman dan sepupu – umumnya memiliki aturan kerja, tugas dan kekerabatan terhadap beberapa rumah tangga yang mempunyai keterkaitan dengan silsilah atau garis keturunan yang diwariskan secara turun temurun.

– “Kloset”, “Kakus” (“Closet”)
Upaya menahan diri sekaligus merasa tercela, yang dialami oleh gay dan lesbian yang hidup dalam kebanyakan masyarakat yang memiliki kekuasaan serta mendorong kelompok homoseksual untuk tetap menyimpan orientasi seksualnya tetap di “kloset” sebagai rahasia.  Istilah ini kemungkinan besar berasal dari ungkapan umum yang menggambarkan bahwa seseorang mempunyai “rahasia keluarga yang kurang menyenangkan” (“a skeleton in the closet”) yang diartikan beberapa di antaranya sangat dirahasiakan dan dijaga ketat, dan rahasia dalam kasus ini adalah orang yang mempunyai orientasi seksual dengan sesama jenis atau homoseksual.

– Menyatakan Diri, Keluar dari Persembunyian (Coming Out)
Pengakuan seseorang untuk mengatakan dengan sejujurnya mengenai orientasi seksualnya dalam krisis kehidupan yang dialami oleh sebagian besar gay dan lesbian.  Hal ini merupakan proses transformasi dari beberapa tahapan yang mungkin sudah berjalan lebih dari beberapa tahun di mana kebanyakan individu mengabaikan pengembangan jati dirinya sebagai gay atau lesbian.  Menyatakan diri sebagai homoseksual (coming out) dilakukan dengan cara memberi tahu seseorang (umumnya teman atau anggota keluarga yang dianggap memiliki orientasi seksual “lurus” atau heteroseksual) mengenai kenyataan bahwa dirinya adalah seorang gay atau lesbian.

– Yahudi Konservatif (Conservative Jews)
Kelompok bangsa Yahudi yang tidak liberal seperti Yahudi Reformasi tetapi juga tidak menganut tradisi secara ketat seperti Yahudi Ortodoks.  Sebagai contoh, mereka menerima perempuan dan laki-laki untuk sama-sama beribadah dalam sinagoga, lebih banyak menggunakan bahasa Inggris dalam pelayanan keagamaan dan lebih longgar daripada Yahudi Ortodoks dalam aturan-aturan terhadap makanan pantangan (yang diharamkan).

– “Pelayaran” (Cruising)
Cara-cara yang rumit dalam mencari pacar atau pasangan dalam bagian kebudayaan gay, termasuk berbagai cara untuk menyatakan orientasi seksualnya sendiri, seperti menggunakan simbol-simbol yang dapat dilihat dan dikenali (misalnya cincin dengan bentuk dan jenis tertentu, tali atau rantai berwarna tertentu yang digantung antara saku dan dompet) untuk mengindikasikan kecenderungan aktivitas seksualnya (misalnya top, flexible dan down untuk kelompok gay, sedangkan untuk kelompok lesbian adalah julukan butch, andro dan femme).  Pasca mengemukanya krisis dan ketakutan terhadap wabah AIDS, aspek isyarat dalam cara-cara pencarian pasangan tersebut menjadi kurang diminati dan mulai beralih dalam bentuk perilaku dan simbol-simbol yang lebih halus serta tidak kentara, seperti melakukan kontak atau tatapan mata, penampilan tingkah laku dengan gaya tertentu, posisi tubuh dan isyarat wajah.

– Asimilasi Kultural (Cultural Assimilation)
Lihat Akulturasi.

– Paham Kemajemukan Budaya (Cultural Pluralism)
Pandangan teoritik yang mengakui kekuatan dan nilai-nilai budaya dari masing-masing kelompok sosial serta mendukung hak kelompok-kelompok tersebut untuk mempertahankan budayanya.

– Budaya (Culture)
Tata cara kehidupan suatu masyarakat atau kelompok, termasuk di dalamnya adalah kebiasaan-kebiasaan, keyakinan, nilai-nilai, bahasa, ilmu pengetahuan, benda-benda bersejarah dan lambang-lambang.

– Etnosentrisme (Ethnocentrism)
Keyakinan seseorang atau sekelompok orang akan keunggulan budaya, tata cara kehidupan dan kelompok etniknya dengan cara membandingkannya dengan kelompok etnik lain.

– “Faggot” (Faggot)
Sifat kewanitaan pada laki-laki homoseksual, gay yang mudah dikenali karena penampilannya yang menunjukkan sifat-sifat kewanitaan.

– Fatalisme (Fatalism)
Penerimaan seseorang terhadap stuasi dan nasibnya karena keyakinan bahwa tak ada orang yang punya cukup kemampuan untuk mengendalikan kenyataan hidup.

– Keluarga Rekaan (Kin Fictive)
Hubungan antara orang-orang dalam beberapa kelompok etnik yang tidak mempunyai hubungan darah atau ikatan sah sebagai keluarga (misalnya karena pernikahan) tetapi bertindak dan bertingkahlaku sebagaimana layaknya sanak saudara (contoh : hubungan di antara orang-orang yang mempunyai marga sama dalam kelompok etnik Batak).

– Ketaatan terhadap Orang tua (Filial Piety)
Nilai-nilai dasar budaya Asia yang mengharuskan anak-anak (termasuk anak-anak yang sudah tumbuh menjadi dewasa) untuk memperlakukan orangtuanya dengan hormat dan kepatuhan yang tinggi karena orang tua sudah melahirkan dan membesarkan mereka, meskipun orang tua sebenarnya “tidak berhak” atau mungkin “tidak patut” mendapatkan perlakuan seperti itu.

– Gay (Gay)
Istilah yang berasal dari nama Gaia – dewi bumi dalam sejarah Yunani kuno, secara umum digunakan untuk menunjukkan orang yang memiliki orientasi seksual sesama jenis atau homoseksual, meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini digunakan lebih spesifik untuk menunjukkan laki-laki yang homoseksual.

– Penghancuran Besar-besaran (Holocaust)
Pembunuhan massal secara sistematis yang dilakukan oleh kelompok Nazi terhadap orang-orang Jerman keturunan Yahudi di kamp-kamp konsentrasi selama perang dunia kedua.

– Homoseksual (Homosexual)
Orang yang lebih tertarik untuk melakukan hubungan seks dengan sesama jenis atau mencintai teman yang jenis kelaminnya sama dengan dirinya (sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan).

– Imigran (Immigrant)
Orang yang dengan sukarela pindah dari negaranya ke negara lain, atau dari suatu negara ke negara lain, biasanya untuk mencari kesempatan meningkatkan status ekonomi atau kehidupan yang lebih baik.

Sumber dan Rujukan :
Queralt, Magaly; The Social Environment and Human Behavior – A Diversity Perspective; Florida International University; Allyn and Bacon; USA; 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s