Terms in Diversity Perspective (61 – 80)


– Metoda Ilmiah (Scientific Method)
Suatu cara kerja yang mensyaratkan bahwa ide-ide seperti teori atau hipotesis baru bisa disahkan dengan cara menyimpulkan hasil pembuktian dari pengamatan atau cara-cara lain dalam penelitian empiris.

– Penelitian Rangkaian (Sequential Design)
Penelitian dengan jangka waktu tertentu terhadap tingkah laku manusia yang dikombinasikan dengan bagian-bagian bentuk penelitian bersekat – silang dan bentuk penelitian longitudinal.  Penelitian utamanya difokuskan pada sampel partisipan yang majemuk dan mengikuti perkembangan tahapan usianya.  Penelitian dilakukan dengan mengikuti perkembangan partisipan dari waktu ke waktu sekaligus perubahan dan perkembangan yang terjadi sepanjang proses penelitian.

– Teori Konflik Sosial (Social Conflict Theory)
Teori sosiologi yang menaruh perhatian terhadap konflik sebagai sesuatu yang alamiah dan tidak dapat dihindari dalam interaksi manusia.

– Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory)
Teori sosial – psikologi yang memandang bahwa relasi antar manusia dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri dan didasarkan pada analisis biaya, pendapatan dan pengeluaran (sesuatu yang akan didapatkan atau harus dikeluarkan dalam relasi, bisa berbentuk uang, barang, pujian, status, kedudukan dan lain-lain).

– Sistem Sosial (Social System)
Sebuah sistem yang terdiri dari orang-orang sebagai anggota yang berasal dari berbagai kelompok atau kumpulan, seperti kekerabatan atau kelompok paguyuban marga, organisasi sosial dengan lembaganya, dan masyarakat.

– Bagian yang Stabil (Steady State)
Hubungan adaptasi sebuah sistem dengan lingkungannya di mana sistem tersebut menjaga beberapa keseimbangan di antara keberlanjutan dan perubahan.

– Tekanan (Stress)
Ketegangan dalam diri atau keadaan tegang yang timbul dalam sebuah sistem ketika ia merasakan adanya suatu ketidakseimbangan antara tuntutan terhadap apa yang harus dilakukan dan kemampuannya untuk menghadapi berbagai tantangan.

– Fungsionalisme Struktural (Structural Functionalism)
Teori sosiologi yang menonjolkan cara pandang terhadap kedinamisan suatu sistem, dipandang dari bagian-bagian yang saling berhubungan atau terstruktur, di mana masing-masing bagian melaksanakan tugas atau fungsinya secara pasti.

– Struktur (Structure)
Suatu pola fungsi yang stabil yang berkembang dalam suatu sistem, misalnya hubungan saling mempengaruhi antara sistem dengan anggota-anggotanya.  Komponen yang sangat penting dalam pola ini adalah posisi, peran dan norma-norma.

– Sub Sistem (Subsystem)
Suatu sistem yang menjadi bagian dari sebuah sistem yang lebih besar.

– Supra Sistem (Suprasystem)
Sebuah sistem yang terdiri dari satu atau lebih sistem di dalamnya.

– Survei (Survey)
Metoda pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada orang (yang menjadi sampel) dalam bentuk wawancara atau angket (kuesioner).

– Teori Interaksi Simbolik (Symbolic Interaction Theory)
Cara pandang sosial psikologi yang menekankan pentingnya pengertian pribadi, pemahaman terhadap simbol-simbol, penafsiran dan proses internal lainnya dalam memahami dinamika situasi.

– Sistem (System)
Suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling bertransaksi (melakukan pertukaran).

– Teori (Theory)
Sekumpulan pernyataan yang saling berhubungan atau proposisi yang mencoba untuk menjabarkan, menjelaskan atau memprakirakan suatu fakta atau aspek keterangan yang rinci dari sebuah peristiwa.

– Produksi (Throughput)
Proses yang terjadi ketika sistem terbuka melakukan tindakan dan mengubah masukan (input) yang diterimanya menjadi keluaran (output).

– Transaksi (Transaction)
Proses saling menukar yang berkesinambungan antara sistem di mana masing-masing sistem saling mempengaruhi dan mengubah sistem yang lain.

– Akulturasi (Acculturation)
Juga dikenal sebagai asimilasi budaya, yaitu proses di mana individu mempelajari perilaku, nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan suatu kelompok budaya yang berbeda dengan budayanya.  Akulturasi berbeda dari asimilasi bila tidak mengandung maksud integrasi secara menyeluruh ke dalam satu kelompok budaya yang baru atau apabila menyebabkan seseorang kehilangan salah satu warisan asli budaya asalnya.

– Asimilasi (Assimilation)
Proses di mana individu yang memiliki latar belakang budaya berbeda melepaskan identitas atau jati diri budaya aslinya kemudian melebur ke dalam kelompok budaya lainnya.

– Bikultural (Bicultural)
Orang-orang yang terampil melaksanakan fungsinya dalam dua budaya yang berbeda.

 Sumber dan Rujukan :
Queralt, Magaly; The Social Environment and Human Behavior – A Diversity Perspective; Florida International University; Allyn and Bacon; USA; 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s