Terms in Diversity Perspective (41 – 60)


– Pelabelan, Penjulukan (Labeling)
Suatu proses penentuan deskripsi atau gambaran atau diagnosa julukan untuk individu, seperti ‘bermental sabar’, ‘pelaku tindak kriminal’ atau ‘pelaku tindak kekerasan terhadap anak’.  Sekali diberi julukan maka seorang individu seringkali bertindak dengan cara yang sesuai dengan peran yang diekspektasikan julukannya, sekaligus signifikan mengubah tingkah lakunya dan akhirnya mengubah konsep diri dan nasibnya.

– Penelitian Longitudinal (Longitudinal Study)
Kegiatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sama kepada anggota kelompok atau melakukan pengukuran yang bersifat sama beberapa kali dalam jangka waktu atau periode tertentu untuk kemudian membuat kesimpulan mengenai perubahan yang terjadi setelah jangka waktu tertentu.  Penelitian ini juga dikenal sebagai studi panel.

– Sistem Makro (Macrosystem)
Konteks sosietal dan budaya, termasuk keyakinan dan sistem nilai, gaya hidup, sumber-sumber sosial dan ekonomi, resiko dan kesempatan hidup dalam kebudayaan individu yang berusaha meraihnya dan mereka yang hidup di masa sekarang.

– Sistem Meso (Mesosystem)
Hubungan dan proses-proses lainnya di antara dua atau lebih tempat yang memungkinkan untuk saling bertemu, meliputi individu atau orang-orang yang mempunyai perhatian yang sama (misalnya hubungan di antara keluarga, kerabat atau kelompok keagamaan).

– Sistem Mikro (Microsystem)
Konteks hubungan dalam kelompok kecil yang mempunyai kesempatan untuk bertemu setiap saat, seperti keluarga, lingkungan kerja, kelompok sanak saudara atau kelompok teman sebaya.

– Entropi Negatif (Negative Entropy)
Juga dikenal sebagai Negentropi (Negentropy), yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan yang berubah menjadi kemunduran dalam sistem kehidupan.  Hal ini terjadi karena sistem memasukkan lebih banyak energi ke dalam daripada mengeluarkannya sebagai energi untuk melaksanakan fungsinya dalam situasi pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan.

– Umpan Balik Negatif (Negative Feedback)
Menginformasikan bahwa suatu sistem menyimpang dari arah yang semestinya.

– Tempat Kedudukan (Niche)
Ruang lingkup lingkungan sosial, utamanya mendukung atau tidak mendukung pengembangan seorang individu.  Kualitas kedudukan sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebangsaan, ras, kelompok etnis, keanggotaan dalam kelompok tertentu, status sosial ekonomi, jenis kelamin, usia dan orientasi seksual.

– Kelompok Tidak Dominan (Nondominant Group)
Suatu kelompok sosial yang berada di urutan bawah dalam sistem stratifikasi masyarakat, sering menerima perlakuan tidak adil dan dipandang rendah kedudukannya.

– Norma-norma, Kaidah (Norms)
Aturan-aturan atau ukuran yang mengatur tingkah laku.

– Sistem Terbuka (Open System)
Sistem yang menjaga kelangsungan pertukaran aktif dengan lingkungannya, seperti menjaga kesehatan sebuah keluarga.

– Keluaran (Output)
Segala sesuatu yang dikirimkan atau dikeluarkan oleh sebuah sistem kepada lingkungannya atau kepada sistem lain.  Hal tersebut bisa berupa orang, hasil produksi berbentuk barang, informasi, komunikasi, respon terhadap rangsangan dan lain-lain.

– Observasi Partisipan (Participant Observation)
Metoda pengumpulan data di mana peneliti masuk dan bergabung dalam suatu kelompok untuk melakukan pengamatan dan sekaligus berperan sebagai anggota.

– Orang-orang dengan Kulit Berwarna (People of Color)
Anggota kelompok non kulit putih yang ada di Amerika Serikat, seperti orang-orang Afrika Amerika, Asia dan Amerika Campuran.

– Umpan Balik Positif (Positive Feedback)
Informasi yang menunjukkan bahwa sebuah sistem telah berjalan sesuai dengan tujuannya.

– Post Modernisme (Postmodernism)
Suatu pandangan yang memberi perhatian pada perbedaan serta pentingnya menghargai dan memproklamirkan perbedaan di antara manusia.  Hal ini dititikberatkan pada keterbatasan-keterbatasan teori lama yang mengikat pada periode industrial dan menegaskan keinginan melakukan pencarian yang sesuai untuk model-model yang baru.

– Peran (Role)
Pola perilaku yang diharapkan dari seseorang pada posisi sosial tertentu, misalnya guru atau orang tua.

– Konflik Peranan (Role Conflict)
Terjadinya ketegangan peran dalam diri seseorang ketika peran tersebut mengalami ketidaksesuaian antara apa yang diharapkan oleh orang di luar dirinya dengan apa yang dikatakan atau diharuskan oleh orang lainnya.

– Peran yang Berlebihan (Role Overload)
Ketegangan dalam melaksanakan peran ketika seseorang mencoba untuk memainkan terlalu banyak peran dalam waktu yang bersamaan (misalnya seorang ayah harus berperan sekaligus sebagai guru, sebagai karyawan, sebagai suami, sebagai tokoh masyarakat dalam suatu pertemuan antara orang tua murid di sebuah sekolah).

– Ketegangan Peran (Role Strain)
Kesulitan yang dihadapi seseorang untuk menyesuaikan kebutuhan bagaimana berbagai peran harus dimainkan atau ditampilkan.

Sumber dan Rujukan :
Queralt, Magaly; The Social Environment and Human Behavior – A Diversity Perspective; Florida International University; Allyn and Bacon; USA; 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s