Terms in Diversity Perspective (101 – 120)


– Bahasa (Language)
Kata-kata lisan, tulisan dan penggunaan simbol-simbol yang memungkinkan orang untuk mengomunikasikan maksudnya dan pengalamannya, untuk mengatakan mengenai peristiwa yang sudah lewat atau yang akan terjadi dan untuk mewariskan budayanya dari generasi ke generasi.

– Lesbian (Lesbian)
Pada awalnya adalah julukan untuk orang yang berasal dari pulau Lesbos, tempat di mana terjadi peristiwa perempuan mencintai penyair Yunani yang jenis kelaminnya juga perempuan.  Di masa sekarang istilah ini digunakan untuk menunjuk pada perempuan yang homoseksual.

– Hipotesis Hubungan Bahasa (Linguistic – Relativity Hypothesis)
Tesis yang mengemukakan mengenai bagaimana masing-masing budaya mengatur dan mengarahkan orang dalam menafsirkan kenyataan dengan cara membimbing kesadaran dan tata kramanya.  Dikenal juga sebagai hipotesis Sapirworf.

– Makismo (Machismo)
Prinsip-prinsip dasar yang mengedepankan kedudukan laki-laki sebagai sosok yang berkuasa, sebagai penentu dan sebagai pelindung bagi perempuan dan anak-anak, serta memerintah secara dominan, agresif, menghakimi, menjaga reputasinya, tabah dan memimpin dalam hubungan seksual.

– Asimilasi Marital (Marital Assimilation)
Tahapan asimilasi ke dalam suatu kelompok budaya yang berbeda yang terjadi karena menikah dengan salah satu anggota kelompok budaya tersebut.

– Budaya Kebendaan (Material Culture)
Hasil karya manusia yang diciptakan atau dibuat secara bersama-sama dalam masyarakat atau kelompok, seperti kota, jalan raya, mobil, industri pakaian, sekolah, rumah ibadat, pabrik, buku dan peralatan elektronik.

– Teori Tempat Peleburan (Melting Pot Theory)
Teori akulturasi yang menggambarkan mengenai kepentingan dan ketertarikan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda untuk menerima dan tetap melaksanakan aspek-aspek penting dari budayanya dan menghilangkan aspek-aspek yang dipandang tidak sesuai lagi.

– Adat Istiadat (Mores)
Norma-norma sosial yang secara tegas diberlakukan dan menerapkan konsekuensi negatif yang serius terhadap siapapun yang melanggarnya karena kepentingan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat atau komunitas.

– Nama yang Sama (Namesake)
Seseorang yang namanya sama dengan orang lain.  Dalam budaya Amerika Campuran dikenal sebagai orang yang bertanggungjawab untuk ikut mengasuh anak atau bertindak sebagai pemberi contoh dalam melaksanakan peran (misalnya : seorang paman menjadi ayah baptis bagi keponakannya di mana keponakan tersebut diberi nama yang sama dengan dirinya, maka paman tersebut diasumsikan sebagai orang yang bertanggungjawab untuk ikut mengasuh keponakannya).

– Budaya Non Materi (Nonmaterial Culture)
Semua hasil karya manusia dalam masyarakat atau kelompok yang bukan merupakan bagian dari budaya kebendaan, seperti bahasa, nilai-nilai, keyakinan, norma, hukum, kebiasaan, adat istiadat dan aturan-aturan tidak tertulis.

– Patriarki (Patriarchy)
Bentuk organisasi sosial di mana ayah adalah kepala keluarga atau pemimpin klan, mewariskan tanggung jawab kepemimpinan hanya kepada garis keturunan laki-laki yang kemudian berlatih untuk menguasai dan mengendalikan.

– Personalismo (Personalismo)
Nilai budaya Latin yang menekankan pentingnya interaksi sosial yang hangat dan personal (mengenal secara pribadi dan dekat).

– Orientasi Masa Sekarang (Present Orientation)
Lebih terfokus pada tujuan saat ini atau bertahan hidup dari hari ke hari daripada membuat perencanaan untuk masa yang akan datang.

– Yahudi Reformasi (Reformed Jews)
Yahudi liberal yang tidak terlalu taat kepada agamanya.  Mereka memenuhi hanya sedikit aturan mengenai makanan yang diharamkan, paling banyak menikah dengan orang-orang yang bukan Yahudi dan merupakan kelompok Yahudi yang paling banyak melaksanakan ibadah pengukuhan kelahiran bayi laki-laki – yang berasal dari ayah Yahudi dan ibu bukan Yahudi – sebagai keturunan Yahudi yang sah.

– Pengungsi (Refugee)
Seseorang atau sekelompok orang yang terpaksa meninggalkan negaranya untuk menghindari kemungkinan diperlakukan buruk atau disiksa karena pandangan atau aksi politiknya yang berbeda, ras, agama, kebangsaan, orientasi seksual atau keanggotaannya dalam suatu kelompok sosial tertentu.

– Simpatiko (Simpatico)
Orang yang menyenangkan, gembira, memikat, tenang, sopan dan harmonis dalam relasi antar pribadi.

– Norma-norma Sosial (Social Norms)
Keseluruhan aturan atau pedoman yang menetapkan tingkah laku yang sesuai dan berlaku secara umum maupun dalam situasi-situasi tertentu.

– Asimilasi Struktural (Structural Assimilation)
Tahapan asimilasi untuk masuk ke dalam suatu kelompok budaya yang berbeda yang mensyaratkan seseorang terlibat atau berpartisipasi dalam kelompok-kelompok utama pada komunitas budaya tersebut, misalnya kelompok teman sebaya, klub-klub khusus, kelompok persahabatan yang anggotanya terbatas dan sifatnya tertutup.

– Nilai-nilai (Values)
Anggapan sosial mengenai apa yang baik, benar, bermoral, apa yang diinginkan, atau sebaliknya : apa yang buruk, salah, tidak bermoral dan yang tidak diinginkan.

Sumber dan Rujukan :
Queralt, Magaly; The Social Environment and Human Behavior – A Diversity Perspective; Florida International University; Allyn and Bacon; USA; 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s