Tags

,


Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Tablolong…

II.              ASESMEN PERMASALAHAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KUPANG DAN PENETAPAN RENCANA PROGRAM PELAYANAN SOSIAL 

Untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang, Pemerintah Daerah terus berupaya menitikberatkan pembangunan dengan Program Pemberdayaan Masyarakat yang langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses dan tahapan pembangunan.  Dengan demikian segala aktivitas yang dilaksanakan di Desa tersebut berdasarkan nilai budaya dan sumberdaya yang ada di tengah masyarakat dan Pemerintah hanya berfungsi menfasilitasi terciptanya lingkungan yang mendukung partisipasi masyarakat.  Selain itu Pemerintah telah melaksanakan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dengan fokus kegiatan meliputi Aspek pendidikan, Kesehatan dan ekonomi, termasuk didalamnya pembangunan prasaranan dan sarana sosial ekonomi. Berbagai kegiatan pembangunan diharapkan akan mempercepat peningkatan kualitas SDM dan meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Sekalipun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang menunjukkan peningkatan yang cukup berarti namun kemampuan daya beli masyarakat terus menurun setiap tahun.  Pada Tahun 2005 bahkan Kabupaten Kupang menempati urutan ke-2 sebagai Kabupaten termiskin di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagaimana dapat dilihat pada tabel terlampir.  Berdasarkan kenyataan ini, dapat disimpulkan bahwa kemiskinan adalah permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Kupang. 

A.   FAKTOR PENYEBAB MASALAH

Dari data-data statistik, hasil wawancara dan observasi lapangan, Penyusun menilai bahwa kemiskinan yang dialami oleh masyarakat di Kabupaten Kupang disebabkan oleh :

1.    Kualitas Sumber Daya Manusia yang relatif masih Rendah

Kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kupang relatif masih rendah sehingga belum mampu memanfaatkan sumber daya alam secara optimal untuk memenuhi kebutuhannya.  Hal ini dapat dilihat antara lain dari cara-cara masyarakat yang masih sangat tradisionil dalam mengolah lahan pertanian maupun berbagai bidang mata pencaharian lainnya.

2.    Kemiskinan Struktural

Masih terjadi kesenjangan alokasi pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan berbagai Kebijakan masih kurang berpihak kepada rakyat miskin.  Hal ini dapat dilihat dari laju pembangunan di daerah perkotaan yang cukup pesat sedangkan di daerah pedesaan dirasakan masih sangat kurang.  Di samping itu, kebijakan Pemerintah di bidang Kesejahteraan Sosial dirasakan sangat tidak berpihak kepada masyarakat.  Hal ini terbukti dari alokasi APBD untuk pelayanan Kesejahteraan Sosial hanya berkisar antara 1 – 2% setiap tahunnya.

3.    Faktor Budaya

Faktor budaya merupakan salah satu penyebab kemiskinan masyarakat di Kabupaten Kupang.  Budaya malas dan tingginya pengeluaran untuk berbagai acara adat menyebabkan masyarakat tidak mempunyai kelebihan penghasilan yang dapat ditabung.  Untuk acara-acara adat bahkan masyarakat cenderung berhutang kepada kerabatnya dan hutang tersebut diwariskan secara turun temurun.

4.    Faktor Geografis

Kondisi geografis Kabupaten Kupang merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan yang menjadi salah satu penyebab kemiskinan di wilayah ini.  Sebagaimana daerah lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Kupang tidak luput dari berbagai kejadian bencana alam akibat struktur geografi daratan dan wilayah perairannya.  Selain itu, musim hujan yang relatif singkat, struktur tanah yang terdiri dari bebatuan dan topografi datarannya yang berbukit-bukit menyebabkan sektor pertanian mengalami hambatan untuk pengembangannya dan pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan biaya yang sangat besar.  Berbagai hambatan tersebut menyebabkan masyarakat di Kabupaten Kupang mengalami kesulitan dalam mengembangkan pola mata pencaharian, peningkatan produksi dan distribusi (pemasaran). 

B.   PERUMUSAN MASALAH PRIORITAS DAN PENETAPAN KOMUNITAS SEBAGAI TARGET DAN SASARAN PELAYANAN SOSIAL

Berbagai faktor penyebab masalah kemiskinan di Kabupaten Kupang sebagaimana yang telah dikemukakan membutuhkan penanganan dan pelayanan yang komprehensif dari Pemerintah dengan dukungan berbagai pihak.  Dalam penyusunan rencana program pelayanan sosial kali ini penyusun hanya menetapkan satu masalah yang akan diajukan untuk mendapat dukungan dalam pelaksanaannya.  Masalah yang penyusun pilih sebagai prioritas adalah masalah yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia masyarakat di Kabupaten Kupang yang relatif masih rendah.

Penyusun memilih komunitas masyarakat pesisir di Desa Tablolong – Kecamatan Kupang Barat sebagai sasaran pelayanan sosial dengan pertimbangan sebagai berikut :

1.    Sumber daya alam laut di Kabupaten Kupang mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

2.    Komoditi sumber daya alam laut di Kabupaten Kupang masih kurang mendapatkan perhatian Pemerintah dalam pengembangannya.

3.    Nelayan di Desa Tablolong termasuk kontributor utama yang memasok kebutuhan ikan untuk perkotaan di Kabupaten Kupang dan untuk Kota Kupang.

4.    Sekalipun hasil laut dari Desa Tablolong menjadi komoditi utama dan mempunyai pasar yang cukup baik namun hal ini belum memberikan daya ungkit terhadap Kesejahteraan Sosial bagi nelayan di wilayah tersebut.

5.    Pada saat musim angin barat dan musim hujan cenderung terjadi bencana gelombang pasang dan angin kencang sehingga nelayan tidak bisa turun melaut.  Hal ini menyebabkan masyarakat di wilayah tersebut kehilangan mata pencaharian karena mereka tidak memiliki keterampilan lain.

6.    Kecamatan Kupang Barat, utamanya Desa Tablolong memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata. 

C.   HIPOTESA PROGRAM

Berdasarkan perumusan masalah yang dihadapi masyarakat pesisir di Desa Tablolong – Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang maka penyusun menetapkan hipotesa program sebagai berikut:

1.    Jika masyarakat pesisir di Desa Tablolong mendapatkan latihan keterampilan selain melaut/menangkap ikan maka mereka dapat mengembangkan jenis usahanya selain hanya sebagai nelayan.

2.    Jika masyarakat pesisir di Desa Tablolong mempunyai keterampilan selain melaut/menangkap ikan maka mereka dapat melakukan jenis usaha lain pada saat musim bencana gelombang pasang dan angin kencang.

3.    Jika masyarakat pesisir di Desa Tablolong mendapat pendidikan dan latihan mengenai pengelolaan pendapatan/penghasilan maka mereka akan mulai belajar menabung.

4.    Jika masyarakat pesisir Desa Tablolong mempunyai tabungan maka mereka mempunyai cadangan biaya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari pada masa-masa sulit.

5.    Jika masyarakat pesisir mendapatkan penyuluhan mengenai potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata maka mereka dapat melakukan diversifikasi jenis usaha.

6.    Jika kualitas sumber daya manusia masyarakat pesisir Desa Tablolong meningkat dan potensi daerahnya dapat dikembangkan maka penghasilan mereka dapat meningkat.

7.    Jika penghasilan dan kualitas sumber daya manusia masyarakat pesisir Desa Tablolong meningkat maka taraf kesejahteraan sosial mereka akan meningkat. 

D.   RENCANA PROGRAM

Berdasarkan hasil asesmen, perumusan masalah dan hipotesa program maka penyusun menetapkan rencana program Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Desa Tablolong sebagai program pelayanan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah tersebut.  Kegiatan utama dalam program ini difokuskan pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat pesisir di Desa Tablolong.  Jenis kegiatan yang akan dilakukan antara lain :

1.    Penyuluhan mengenai potensi wilayah yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata.

2.    Penyuluhan mengenai pengelolaan dan manajemen penghasilan.

3.    Pendidikan dan latihan keterampilan untuk mengolah hasil-hasil laut.

4.    Pendidikan dan latihan keterampilan untuk pengembangan jenis usaha selain penangkapan ikan.