Tags

, ,


Penanganan masalah klien seharusnya merupakan hasil kesepakatan bersama antara pekerja sosial klien. Untuk itu, pekerja sosial harus melakukan negosiasi dengan klien dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses penanganan masalah. Cara berkomunikasi memegang peranan penting dalam negosiasi.  Secara ringkas, Pruit dan Carnevale (1993) memberikan catatan panduan negosiasi sebagai berikut: 

1. Berkonsentrasi pada permasalahan klien

Pada saat menangani masalah, pekerja sosial harus lebih berfokus pada masalah klien daripada penilaian terhadap penampilan klien.

2. Tidak emosional, berpikirlah secara rasional

Pekerja Sosial tidak larut dalam emosi klien, tetapi harus dapat memberikan pertimbangan yang rasional.

3. Bersikap simpati dan memahami klien

Ketika klien mengalami kebingung dan salah paham, cobalah simpati dan memahaminya.

4. Menggali informasi-informasi penting sehingga proses negosiasi atau komunikasi berjalan lancar 

Pekerja sosial harus dapat mengidentifikasi pihak-pihak yang potensial menganggu jalannya negosiasi.  Lakukan pendekatan kepada mereka kalau memungkinkan ajaklah berdialog sebelum proses negosiasi yang dilakukan.   

5. Bersikap Profesional

Pekerja sosial harus dapat menjaga sikap profesional dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip dan etika yang menjadi landasan kerja seorang peksos.

6. Bersikap bijaksana

Dalam negosiasi kerap ada pihak-pihak yang mencoba melakukan tekanan untuk mempertahankan pendapat dan keputusannya. Cobalah bertindak bijaksana, jangan terjebak dalam perangkap tindak kekerasan.  Mencari win-win sollution jauh lebih baik.

7. Bersikap terbuka

Ketika mencoba mempengaruhi orang lain untuk melakukan perubahan,  tunjukkan sikap bahwa kita juga terbuka untuk melakukan perubahan.

Peksos harus menjadi model bagi perubahan itu sendiri. Peksos harus memiliki karakter yang responsif dan adaptif terhadap perubahan.

8. Bersikap peduli dan mau belajar dari klien

Ketika orang menolak ide/nasihat yang diajukan, cobalah untuk tetap peduli dan mencoba memahami alasan penolakan tersebut.

Peksos harus memiliki hati baja dan tidak gampang menyerah.  Apabila klien tidak bisa menerima ide yang kita ajukan, carilah alternatif lain dan cobalah melakukan introspeksi mengapa ide yang diajukan ditolak, kemudian lakukan perbaikan.

9. Jagalah agar saluran komunikasi tetap terbuka  

Peksos harus memelihara komunikasi yang terus menerus dengan klien dan pihak-pihak yang akan terlibat dalam proses penanganan masalah. Peksos juga harus menjaga pembicaraan pada lingkup negosiasi untuk pemecahan maslaah klien.

10. Menjadi pendengar aktif dan responsif

Peksos harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan permasalahan klien dan cepat tanggap terhadap persoalan klien.

11. Empati

Terbuka untuk memahami persoalan orang lain/klien namun tidak larut dalam permasalahan klien.

Peksos harus memiliki kepekaan sosial.

 12. Bersedia mengubah ide untuk memecahkan masalah

Peksos harus memiliki flesibilitas terhadap berbagai alternatif pemecahan masalah klien. Kepentingan klien harus diutamakan daripada kepentingan peksos sendiri. Pilihlah alternatif strategi pemecahan masalah yang lebih menguntungkan klien. Gunakanlah opsi-opsi baru yang lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak.

13. Terbuka terhadap masukan-masukan

Jika diperlukan, lihat kembali kepentingan kita yang ditolak orang lain. Bersiaplah melakukan perubahan.

Peksos harus terbuka dengan berbagai masukan untuk perbaikan strategi penyelesaian masalah klien.  Melakukan refleksi dan evaluasi atas pilihan-pilihan metode untuk meningkatkan kinerja sebaiknya dilakukan secara berkala agar Peksos dapat membangun kinerja yang terbaik.

14. Hargailah orang yang melakukan tindakan positif

Peksos harus dapat memberikan penghargaan terhadap setiap kemajuan yang dilakukan klien dalam memecahkan masalahnya.

15. Lakukanlah interaksi sosial yang dapat meringankan ketegangan dan menyenangkan

Peksos harus dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian masalah

16. Jalin relasi dengan stake holders dalam pemecahan masalah

Peksos harus dapat menjalin relasi di antara semua pihak yang terlibat dalam pemecahan masalah dan setiap orang dapat menunjukkan perannya masing-masing.