Tags

,


Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Tablolong…

III.           KERANGKA KERJA PROGRAM 

Kerangka kerja program pelayanan sosial untuk Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Desa Tablolong – Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang adalah sebagai berikut : 

A.   INPUT (MASUKAN) 

1.    Klien

Klien adalah semua warga masyarakat yang dewasa dan berada pada usia produktif (18 s/d 60 tahun), baik laki-laki maupun perempuan pada komunitas Masyarakat Pesisir di Desa Tablolong – Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.  Jumlah sasaran untuk kegiatan tahap pertama (tahap uji coba) ditetapkan sebanyak 90 orang yang terbagi dalam 3 kelompok sasaran pelatihan, yaitu :

a.    Kelompok Nelayan sebagai pencari nafkah utama sebanyak 30 orang.

b.   Kelompok Perempuan sebagai pencari nafkah penunjang dan pengelola kebutuhan rumah tangga sebanyak 30 orang.

c.   Kelompok Pemuda (laki-laki dan perempuan) sebagai tenaga pengembang potensi wisata daerah sebanyak 30 orang. 

2.    Staf

Tenaga Pelaksana untuk kegiatan ini adalah Tim Kerja yang anggotanya berasal dari :

a.    Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur

b.    Dinas Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur

c.    Dinas Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Timur

d.    Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur

e.    Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur

f.     Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang

g.    Dinas Perikanan Kabupaten Kupang

h.    Dinas Koperasi Kabupaten Kupang

i.      Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang

j.      Aparat Desa Tablolong – Kecamatan Kupang Barat

k.    Aparat Kecamatan Kupang Barat

l.      Taruna Siaga Bencana (TAGANA)

m.  Organisasi Sosial Lokal “Yayasan Kesetiakawanan NTT”

n.    Organisasi Sosial dan Keagamaan “GMIT Timor”

Tim kerja tersebut terdiri dari :

-          Pembina (1 orang)

-          Nara Sumber (8 orang)

-          Ketua Tim (1 orang)

-          Sekretaris (1 orang)

-          Bendahara (1 orang)

-          Koordinator Kegiatan Kelompok Nelayan (1 orang)

-          Koordinator Kegiatan Kelompok Perempuan (1 orang)

-          Koordinator Kegiatan Kelompok Pemuda (1 orang)

-          Instruktur/Pelatih (9 orang)

-          Pendamping Sosial (9 orang)

-          Staf Sekretariat (3 orang)

Kualifikasi tenaga profesional dalam Tim kerja ditetapkan sebagai berikut :

-         Profesi Pekerjaan Sosial untuk menjadi Ketua Tim dan Koordinator Kegiatan Kelompok (berasal dari Dinas Sosial Provinsi NTT, Dinas Sosial Kabupaten Kupang dan Organisasi Sosial Lokal)

-         Profesi Pekerjaan Sosial untuk menjadi Pendamping Sosial (berasal dari Organisasi Sosial Lokal serta Organisasi Keagamaan “GMIT Timor” dan Anggota TAGANA yang sudah pernah mendapatkan pelatihan dasar mengenai Profesi Pekerjaan Sosial)

-         Profesi yang berkaitan dengan kelautan (berasal dari Dinas Perikanan Prov. NTT dan Dinas Perikanan Kabupaten Kupang).

-         Profesi yang berkaitan dengan manajemen dan pengelolaan hasil usaha (berasal dari Dinas Koperasi Provinsi NTT maupun Kabupaten Kupang)

-         Profesi yang berkaitan dengan pengembangan potensi wisata daerah (berasal dari Dinas Pariwisata Prov. NTT dan Kabupaten Kupang).

Dalam pelaksanaan kegiatan, setiap Tim kerja bertugas sesuai jadwal yang dirumuskan bersama. 

3.    Sumber Fisik

Sumber fisik yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari :

a.    Dana

-         Dana untuk operasional kegiatan

Dana untuk operasional kegiatan berasal dari setiap Dinas terkait yang tergabung dalam Tim Kerja serta diharapkan dapat didukung pula dengan tambahan dana dari Organisasi Sosial Lokal dan Dunia Usaha.

-         Dana untuk modal usaha

Dana untuk modal usaha bagi kelompok masyarakat berasal dari Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dan Dunia Usaha (sektor swasta).

b.    Tenaga Pelaksana

Tenaga pelaksana berasal dari semua unsur dalam Tim Kerja

c.    Peralatan

-         Peralatan Penyuluhan (berasal dari Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur)

-         Peralatan pelatihan keterampilan bagi nelayan (berasal dari Dinas Perikanan dan Dinas Koperasi)

-         Peralatan pelatihan dan keterampilan bagi kelompok perempuan (berasal dari Dinas Koperasi)

-         Peralatan pelatihan keterampilan dan pengembangan potensi wisata daerah untuk kelompok pemuda (berasal dari Dinas Koperasi dan Dinas Pariwisata)

-         Peralatan untuk kegiatan sekretariat (komputer, laptop, printer, atk, dlsb) disediakan oleh masing-masing Dinas terkait.

d.    Kendaraan operasional (berasal dari masing-masing Dinas terkait) 

B.   THROUGHPUTS (PROSES)

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap proses adalah sebagai berikut : 

1.    Penyusunan Rencana Kegiatan sesuai Kebutuhan

Penyusunan rencana kegiatan ini dimaksudkan untuk mengakomodir aspirasi warga masyarakat mengenai jenis-jenis latihan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam rangka diversifikasi usaha dan pengembangan potensi daerah.  Pada tahap ini dilakukan kegiatan sebagai berikut :

a.    Verifikasi dan validasi data

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh data mengenai jenis usaha yang sudah dilakukan oleh masyarakat, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan dan data-data lain yang berkenaan dengan perekonomian maupun sosial masyarakat.

b.    Wawancara dan Diskusi Kelompok Terfokus

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dari warga masyarakat mengenai keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran tiap-tiap rumah tangga/kk, pola kegiatan masyarakat dalam mencari nafkah, kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam memanage penghasilan, kemampuan untuk melakukan jenis usaha baru, kesiapan untuk berpartisipasi dan penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan. 

2.    Intervensi

a.    Penyuluhan dan Sosialisasi

Kegiatan ini bertujuan untuk :

1)   Menyebarluaskan informasi mengenai pelayanan sosial yang akan diberikan oleh Tim Kerja bagi warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong.

2)   Menyebarluaskan informasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir di Desa Tablolong mengenai potensi sumber daya manusia dan potensi sumber daya alam yang masih dapat dikembangkan secara optimal untuk peningkatan kesejahteraan sosial mereka sendiri sehingga warga masyarakat bersedia memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan.

3)   Memberikan informasi mengenai jenis-jenis usaha yang dapat dilakukan oleh warga masyarakat di Desa Tablolong dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan sosial.

b.    Pendidikan dan Latihan Keterampilan Usaha Ekonomi Produktif

Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap selama 3 bulan, yaitu :

1)   Tahap pertama (bulan pertama) dilaksanakan selama 5 hari kerja

2)   Pendidikan dan latihan keterampilan dasar untuk jenis usaha baru dan pemantapan jenis usaha lama.

3)   Tahap kedua (bulan kedua) dilaksanakan selama 3 hari kerja

4)   Pendidikan dan latihan keterampilan untuk pemantapan jenis usaha baru maupun pengembangan jenis usaha lama.

5)   Tahap ketiga (bulan ketiga) dilaksanakan selama 3 hari kerja

6)   Pendidikan dan latihan keterampilan untuk pengembangan jenis usaha baru maupun jenis usaha lama

Pendidikan dan latihan keterampilan diberikan kepada masing-masing kelompok yang jadwalnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama.

c.    Pendidikan dan Latihan Keterampilan Pemasaran

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemasaran merupakan salah satu kegiatan penting dalam upaya peningkatan penghasilan pada jenis usaha ekonomi produktif.  Berkaitan dengan hal tersebut maka latihan keterampilan pemasaran menjadi salah satu kegiatan yang perlu dilakukan secara intensif dan terjadwal dengan baik.

Kegiatan ini sedianya diselenggarakan setiap bulan sekali selama 1 hari kerja pada 6 bulan pertama dalam masa pelaksanaan program.  Nara sumber utama dalam kegiatan ini adalah tenaga pelaksana yang berasal dari Dinas Koperasi dan Dinas Pariwisata serta para Pengusaha (sektor swasta).

d.    Pendidikan dan Latihan Manajemen Penghasilan

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih masyarakat untuk mengelola penghasilannya secara baik dan benar serta selalu membuat prioritas dalam pembelanjaan untuk kebutuhan sehari-hari.  Manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini adalah agar masyarakat memahami pentingnya menabung, mampu mengelola penghasilannya sehingga tidak mengalami defisit dan mulai belajar untuk menyisihkan kelebihan pendapatannya sebagai tabungan.  Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari kerja setiap bulan selama 1 tahun pelaksanaan program.

e.    Pendampingan Sosial dan Konseling

Kegiatan ini dilakukan setiap minggu (4 kali dalam sebulan) selama 6 bulan pertama.  Selanjutanya pendampingan dilakukan setiap 2 minggu sekali selama 6 bulan kedua dan dilakukan setiap sebulan sekali pada 6 bulan ketiga.  Total waktu untuk pendampingan sosial adalah selama 18 bulan (1,5 tahun).

Dalam kegiatan pendampingan sosial juga dilaksanakan kegiatan konseling yang bertujuan untuk menggali permasalahan yang menjadi hambatan bagi warga masyarakat dalam melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan serta mencari alternatif solusinya.  Konseling juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada klien atau kelompok binaan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pelatihan maupun dalam melaksanakan kegiatan usaha ekonomi produktif yang telah dipilihnya. 

3.    Monitoring

Monitoring dilakukan oleh Tim Kerja bersama Aparat Desa dan Kecamatan setiap 1 bulan sekali.  Monitoring dilaksanakan untuk memantau pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan rencana program serta kemajuan yang dicapai setiap bulan. 

4.    Evaluasi

1.    Evaluasi proses dilakukan oleh Tim Kerja setiap 3 bulan sekali untuk mengukur kemajuan yang dicapai serta menganalisis hambatan atau kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan.

2.    Evaluasi hasil dilakukan oleh Tim Kerja bersama-sama dengan kelompok binaan setiap 6 bulan sekali.

3.    Pada akhir masa pelaksanaan program dilakukan evaluasi secara keseluruhan, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. 

5.    Terminasi

Terminasi dilakukan setelah semua kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu 18 bulan.  Apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemajuan yang dicapai oleh masyarakat tidak signifikan dengan kondisi sebelumnya atau tidak mencapai target program maka diambil langkah sebagai berikut :

a.   Menyusun rencana program baru untuk diajukan kembali kepada pihak-pihak terkait yang diharapkan dapat memberikan dukungan.

b.    Merujuk pelayanan sosial bagi warga binaan kepada pihak-pihak yang dipandang lebih berkompeten dalam pelaksanaannya. 

6.    Tindak Lanjut

Tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan kemajuan yang dicapai oleh kelompok binaan adalah :

a.   Merujuk dan memberikan rekomendasi bagi keluarga-keluarga atau kelompok binaan yang menunjukkan kemajuan pesat dalam pengembangan usahanya agar mendapat dukungan tambahan modal dari pihak-pihak yang bersedia membantu.

b.   Masing-masing Dinas terkait menyusun usulan kegiatan bimbingan lanjut dan rencana anggaran untuk pengembangan modal usaha yang selanjutnya diajukan untuk mendapat dukungan melalui APBD atau APBN.

c.   Menyiapkan anggota-anggota kelompok binaan yang cakap, mampu dan mau untuk menjadi Instruktur dan Pendamping Sosial bagi warga masyarakat yang belum mendapatkan pelatihan keterampilan.

d.   Melaksanakan pendampingan sosial lanjutan.

e.   Memelihara hubungan kerja dengan kelompok binaan, baik sebagai Instansi atau pihak-pihak yang bertugas membina masyarakat maupun hubungan fungsional yang berkenaan dengan pengembangan jenis usaha dan pemasaran. 

C.   KELUARAN (OUT PUT)

Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program ini diukur terhadap indikator yang sudah ditetapkan, yaitu :

1.   Sebanyak 90 orang warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong – Kecamatan Kupang Barat mendapatkan penyuluhan mengenai potensi sumber daya manusia dan potensi sumber daya alam yang mereka miliki.

2.   Sebanyak 90 orang warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong bersedia berpartisipasi aktif untuk melaksanakan program dan kegiatan yang sudah direncanakan.

3.   Sebanyak 90 orang warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong yang terbagi dalam 3 kelompok menerima pendidikan dan latihan keterampilan mengenai jenis-jenis usaha ekonomi produktif baru (diversifikasi) dan pengembangan jenis-jenis usaha lama (yang sudah ada).

4.   Sebanyak 90 orang warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong yang terbagi dalam 9 kelompok usaha (1 kelompok = 10 orang) mendapatkan bantuan modal usaha yang besarnya disesuaikan dengan jenis usaha yang dilakukan.

5.   Sebanyak 90 orang warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong dapat melaksanakan kegiatan usaha ekonomi produktif, baik jenis usaha baru maupun pengembangan jenis usaha lama.

6.   Sebanyak 90 orang warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong memahami cara mengelola penghasilan agar tidak mengalami defisit dan memahami pentingnya menabung.

7.   Sebanyak 90 orang warga masyarakat pesisir di Desa Tablolong mendapat bimbingan dari para Pendamping Sosial selama 18 bulan. 

D.   HASIL (OUT COME)

Pengukuran terhadap hasil yang dicapai setelah pelaksanaan program dilakukan dengan menggunakan beberapa ukuran, sebagai berikut : 

1.    Ukuran Normatif

Ukuran ini digunakan untuk mengukur hasil yang dicapai sudah sesuai dengan seharusnya.  Indikator yang digunakan antara lain :

a.   Pada saat terjadi musim bencana gelombang pasang dan angin kencang, masyarakat pesisir di Desa Tablolong tetap mendapatkan penghasilan dengan melakukan usaha ekonomi produktif selain melaut (nelayan).

b.   Pemuda-pemudi di Desa Tablolong menggunakan waktu luangnya untuk melakukan hal-hal yang positif dan melakukan kegiatan usaha ekonomi produktif yang mendatangkan penghasilan (nafkah).

c.   Sumber daya alam di Desa Tablolong dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pendapatan warga masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

d.   Setiap keluarga yang sudah mendapatkan pendidikan, latihan maupun bimbingan dapat mengelola penghasilannya dengan baik sehingga pengeluaran untuk pembelanjaan kebutuhan sehari-hari tidak melebihi penghasilan yang diperolehnya, bahkan memiliki sisa.

e.   Masyarakat pesisir di Desa Tablolong mulai melakukan gerakan menabung.

f.    Status sosial dan ekonomi warga masyarakat Desa Tablolong meningkat dibandingkan sebelum mendapatkan pelayanan sosial. 

2.    Ukuran Numerik

Ukuran ini digunakan untuk mengukur apakah pelaksanaan kegiatan dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan dan apakah klien yang mendapatkan pelayanan memenuhi target jumlah sasaran.  Beberapa indikator pengukuran numerik ini antara lain adalah :

a.   Berapa kali dalam seminggu atau sebulan kelompok binaan melakukan kegiatan usaha ekonomi produktif ?.

b.   Berapa peningkatan pendapatan (dalam prosentase dan jumlah nominal) yang dicapai oleh anggota kelompok binaan sesudah mendapatkan pelatihan selama 18 bulan pelaksanaan program ?.

c.   Berapa jumlah sisa penghasilan yang dapat ditabung oleh anggota kelompok binaan setiap bulannya ?

d.   Berapa orang anggota kelompok binaan yang terampil, cakap, mampu dan mau menjadi kader pendamping sosial di desanya ? 

3.    Ukuran Kepuasan Klien

Dalam pelaksanaan program pelayanan sosial bagi masyarakat pesisir di Desa Tablolong, ukuran ini diartikan sebagai pencapaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat serta peningkatan partisipasi warga secara umum dalam setiap sesi kegiatan.  Indikator yang digunakan terdiri dari :

a.   Penilaian dan pengukuran terhadap kehadiran anggota kelompok binaan dalam setiap sesi kegiatan.

b.   Pengukuran terhadap usul, saran atau pendapat yang dikemukakan anggota kelompok binaan dalam setiap kegiatan, utamanya dalam sesi diskusi.

c.   Pengukuran terhadap jumlah anggota kelompok binaan yang bertahan untuk tetap melaksanakan kegiatan usaha ekonomi produktif dan pengembangan kapasitas diri walaupun program pelayanan sosial telah diterminasi.

d.   Pengukuran terhadap jumlah anggota masyarakat secara umum yang berminat dan bahkan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

About these ads